Al Qur’an menjadi sebuah pedoman yang dipegang oleh umat Islam. Di dalam Al Qur’an, terdapat surat Ar Rahman yang dianjurkan untuk dibaca secara rutin setiap hari. Sebab, arti dari surat tersebut adalah Allah Yang Maha Pemurah. Pada surat ke 55 nya, berisikan tentang nikmat yang diberikan Allah merupakan hal menakjubkan. Dengan membaca surat tersebut, umat Islam akan mendapatkan motivasi untuk melangkah lebih baik. Apa saja fadhilah surat Ar Rahman ?

Keutamaan Dari Ar Rahman

  1. Mampu Meningkatkan Keimanan Seseorang

Surat satu ini, diangap sebagai  pengantin dari Al Qur’an. Hal ini sama seperti manusia, dimana dipasangkan satu sama lainnya. ketika membaca surat ini, anda akan mendapatkan berbagai motivasi, untuk memperbaiki diri dalam beriman kepada sang Ilahi. Membaca surat ini, anda akan diajak untuk senantiasa memuji Allah Yang Maha Esa dan Maha Pemurah. Agar lebih maksimal, sebaiknya membaca surat ini beserta dengan download surat Ar Rahman di smartphone.

  1. Mensyukuri Nikmat yang Telah Diberikan

Terdapat pengulangan dalam salah satu suratnya, yang mengandung arti maka nikmat Tuhan Kamu yang manakah yang kamu dustakan. Kalimat ini sungguh dikenal, dan banyak orang yang telah menggunakannya dalam percakapannya. Terdengar sederhana, namun anda diajak untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada hambaNya. Nikmat dalam bentuk apapun, merupakan bentuk Fadhilah surat Ar Rahman yang diberikan kepada manusia.

Ketika dunia memaksa anda untuk melakukan hal yang tidak disukai, serta lingkungan yang tidak mendukung, anda akan melupakan segala nikmat lain yang telah diberikanNya. Keadaan terpuruk tersebut, hendaknya selalu mengingatkan kita bahwa, nikmat yang diberikan sungguh berlimpah. Mulai dari hal kecil seperti ketersediaan oksigen sepuasnya karena jumlahnya yang melimpah, hingga banyaknya harta yang dimiliki patut disyukuri.

  1. Dapatkan Ridha Dari Allah

Ketika membaca surat tersebut hingga habis, anda  akan mengetahui garis besar yang ingin disampaikan Allah kepada hambaNya lewat Al Qur’an. Jika dijabarkan, surat ini menginginkan kita untuk terus bersyukur atas segala nikmat. Ketika seseorang tidak lupa mengatakan syukur, sifat penuh kasih sayang akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Sifat terrsebut, tidak hanya berlaku untuk Allah SWT semata, namun kepada sesama makhluk hidup lainnya.

  1. Meninggalnya Seseorang Ketika Membaca Ar Rahman, Dianggap Syahid

Hal inilah yang termasuk dalam fadhilah surat ar Rahman. Sebab, Rasulullah dalam Tsawabul A’mal menjelaskan bahwa siapa saja mereka yang beriman yang membaca surat Ar Rahman, dan membaca kalimat fabiayyi aala’i robbikuma tukadzibaan, dan setelah membaca surat tersebut pada malam hari dan dirinya meninggal, maka kepergian dirinya dianggap mati syahid.

  1. Dapatkan Syafaat Pada Hari Kiamat Kelak

Ada sebagian orang yang terbiasa membaca Ar Rahman ketika terbangun dari tidur malamnya ataupun seusai sholat, Allah akan memberikan syafaat. Golongan orang orang tersebut, akan sangat beruntung karena dapat berjumpa denganNya di hari kiamat. Sedangkan wujud diriNya seperti wujud manusia namun paling indah nan paling harum wanginya. Sebagai umat Islam, bertemu dan mengetahui wujud Tuhannya merupakan hal yang sangat dinanti.

  1. Diingatkan Agar Tidak Kufur Nikmat

Secara keseluruhan, ayat ini mengandung makna untuk terus bersyukur atas nikmat yang ada. Pada ayat ke 3 dijelaskan bahwa, Allah telah menciptakan  manusia. Apabila kalimat tersebut dengan setulus hati, anda ingin mengkufuri nikmat yang Allah berikan. Sebab, kehidupan yang diberikan kepada makhlukNya, merupakan sebuah Fadhilah surat Ar Rahman. Kita sebagai makhlukNya, tidak berhak untuk mengkufuri nikmat tersebut.

  1. Adanya Makhluk Lain Yang Beribadah Kepada Allah

Bukan hanya manusia saja yang beribadah kepada Allah, namun makhluk tak kasat mata lainnya juga ikut menyembahNya. Seperti yang dikatakan nabi Muhammad, ciptaan Allah tidak hanya sebatas bagi mereka yang tampak saja. Berbagai jin dan alam lainnya yang tidak tampak di hadapan manusia, merupakan ciptaan dari sang Maha Esa. Walaupun wujudnya tidak terlihat, namun mereka jelas menyembah Tuhan yang sama dengan umat muslim.

Apabila dalam suatu ayat yang di dalamnya terdapat sebuah pertanyaan, Al Thibibbi pun mulai berkata bahwa diamnya sahabat ketika mendengarkan bacaan dari Nabi, dianggap sama dengan memberikan jawaban baik. Sebab, Fadhilah surat Ar Rahman dalam hadist ini mengatakan bahwa nabi Muhammad mengajarkan kepada para sahabatnya untuk mengetahui cara memikirkan sekaligus merenungkan Al Qur’an.

  1. Mengingatkan Bahwa Manusia Merupakan Tempatnya Lupa

Dalam ayat yang berbunyi fabiayyi aalaa’i robbikuma tukadziba, mengingatkan kepada kita para manusia bahwa dasarannya memang sudah pelupa. Manusia diberikan pertanyaan yang menuntut jawaban ketika membaca ayat tersebut. Sebab, tatkala manusia lebih banyak mengeluh daripada mensyukuri kondisinya saat ini. Dengan sifatnya yang pelupa, Allah memberikan pertanyaan tersebut untuk direnungkan kembali.

Tidak banyak dari kita yang masih mengingat Allah, ketika mengalami kegembiaraan akan sesuatu. Walaupun begitu, Allah tetap menyayangi hambaNya bagaimanapun kelakuannya. Namun, banyak dari kita yang seakan mengingat Allah dan mengeluh ketika tertimpa musibah. Keluhan yang diberikan, terkadang menyangkut adil tidaknya Allah ketika memberikan cobaan. Fadhilah surat Ar Rahman, membuat manusia senantiasa mengingat Allah di berbagai kesempatan.

Mensyukuri setiap nikmat yang diberikan, merupakan bentuk syukur yang bisa dilakukan oleh manusia. Walaupun nikmat yang diberikan dalam bentuk sederhana, manusia perlu mensyukuri nikmat tersebut. Dengan selalu bersyukur, anda tidak akan pernah merasa kekuarangan akan hal apapun. Hal ini juga telah dijelaskan di Ar Rahman, dibawa manusia diberikan pertanyaan oleh sang Ilahi secara langsung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *