Dalam pembahasan perubahan kimia, salah satu ciri yang disebutkan adalah bersifat irreversibel alias tidak dapat dikembalikan. Namun rupanya dalam ilmu kimia juga terjadi proses di mana terjadinya reaksi yang berlawanan arah dan disebut sebagai kesetimbangan kimia. Berbeda dengan arti setimbang dalam bahasa Indonesia yang punya berat dan kedudukan sama, ilmu kimia menyikapinya sebagai reaksi reversibel.

Proses kesetimbangan kimia ini berlangsung secara terus-menerus dan simultan. Sehingga jika disimpulkan, kesetimbangan kimia adalah reaksi bolak-balik dengan laju reaktan dan laju reaksi produknya sama, serta konsentrrasi tetap. Untuk ciri-cirinya sendiri, kesetimbangan kimia biasanya terjadi dalam tempat atau wadah tertutup dengan suhu dan tekanan yang tetap seperti ketika Anda merebus air hingga mendidih.

Karena produk dan reaktan memiliki konsentrasi yang sama, biasanya reaksi kesetimbangan kimia ini tidak bisa diamati secara langsung. Namun secara mikroskopik Anda bisa mengetahuinya karena reaksi terjadi pada tingkat partikel zat. Kesetimbangan kimia dibedakan menjadi dua jenis yakni kesetimbangan heterogen saat zat yang terlibat tidak sama dan kesetimbangan homogen, jika zat yang terlibat dalam reaksi sama.

Tetapan Kesetimbangan Kimia

Adalah Guldberg dan Waage yang pada tahun 1866 akhirnya mengungkapkan Hukum Kesetimbangan Kimia atau disebut sebagai Hukum Aksi Massa. Dalam Hukum Kesetimbangan Kimia disebutkan jika dalam suhu dan tekanan tertentu, perbandingan hasil kali konsentrasi zat-zat di sebelah kanan dalam persamaan reaksi sama dengan konsentrasi zat-zat di sebelah kiri yang dipangkatkan dengan koefisien reaksi tetap.

Berdasarkan Hukum Kesetimbangan Kimia akan diperoleh rumus yang akhirnya membentuk tetapan kesetimbangan (K) dan beberapa hasil reaksi lainnya. Tetapan lainnya seperti Kc (Konsentrasi Molar) untuk kesetimbangan molar (larutan dan gas), Kp (Tekanan Parsial) untuk kesetimbangan gas dan Kx (Fraksi Mol) untuk menyatakan kesetimbangan dalam fraksi mol terhadap larutan dan gas.

Dari uraian di atas bisa dijelaskan pula bahwa tetapan kesetimbangan kimia ditulis sebagai perbandingan antara molaritas produk dengan molaritas reaktan, yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya. Sesuai dengan Hukum Kesetimbangan Kimia yang diungkapkan oleh Guldberg dan Waage, bukan?

pxherpxhere.come.com

Faktor-Faktor Penyebab Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Temperatur

Faktor pertama yang membuat kesetimbangan kimia bergeser adalah temperatur alias suhu. Berkaitan dengan kalor atau panas, arah pergeseran kesetimbangan kimia kepada zat yang menerima (membutuhkan) kalor dan zat yang melepaskan kalor. Saat Anda menaikkan suhu, kesetimbangan kimia akan bergeser ke arah reaksi yang butuh kalor dan jika suhu diturunkan, akan menuju ke arah reaksi yang melepaskan kalor.

pxherpxhere.come.com

Tekanan dan Volume

Dua hal ini yakni tekanan dan volume tak bisa dipungkiri bakal mempengaruhi kesetimbangan kimia. Bahkan kedua hal ini berbanding terbalik dalam kesetimbangan kimia yang membuatnya bergeser. Jika pada sebuah sistem terjadi penambahan tekanan dan volumenya diperkecil, reaksi kesetimbangan kimia akan bergeser ke arah zat dengan jumlah molekul lebih kecil alias ke arah produk.

Sementara jika tekanan pada sebuah sistem diperkecil dan volumenya diperbesar, reaksi kesetimbangan justru bakal bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebih besar alias ke arah reaktan. Dalam kondisi ini, koefisien reaksi bakal memegang pengaruh yang cukup besar karena koefisien-lah yang bakal menentukan jumlah mol dari suatu zat.

pxherpxhere.come.com

Konsentrasi Zat

Konsentrasi zat ternyata merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya perubahan kesetimbangan kimia. Jika konsentrasi suatu zat ditambah atau dikurangi, memang akan membuat pergeseran pada kesetimbangannya sehingga tidak akan bersifat bolak-balik. Jika Anda menambah konsentrasi sebuah zat, maka reaksi kesetimbangan bakal bergerak menjauhi zat tersebut, begitu pula sebaliknya.

Hal ini sesuai dengan prinsip Le Chatelier di mana penambahan reaktan dalam sebuah sistem yang setimbang akan menggeser reaksi bergerak ke arah produk. Dalam sektor industri, faktor ini biasanya diterapkan untuk mencapai tinkat konversi produk yang lebih ti nggi dan tentunya semakin efisien lantaran mengarahkan reaksi ke arah produk.

Tentunya dengan memahami rumus kesetimbangan kimia dan beberapa faktor yang membuatnya bergeser, bakal sangat memberikan pengaruh pada sektor industri. Hal ini semakin membuktikan bahwa kimia adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mencakup seluruh kejadian di bumi ini. Jadi, jangan takut belajar kimia ya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *