Read Only Memory atau yang akrab disebut dengan ROM merupakan chip yang barada di dalam komputer atau perangkat elektronik. informasi firmaware disimpan berkat bantuan dari adanya ROM. ROM memiliki peran yang penting ketika booting karena di dalamnya terdapat informasi firmware yang berisi kode-kode pemrograman untuk mengoperasikan perangkat elektronik.

ROM tidak dapat diubah atau dimodifikasi karena hanya bisa dibaca sesuai dengan namanya. Data yang ada pada ROM memiliki informasi kode yang membuat komponen di dalam laptop atau komputer dapat berjalan dengan baik.

ROM itu non volatile chip yang memiliki arti tertanam di dalam chip dan data di dalamnya tidak mudah dihilangkan. Ini yang menjadikan data tidak akan hilang walaupun laptop atau gadget kita dalam keadaan mati. Menyimpan data di dalam ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun sebaliknya, membaca data di dalam ROM dilakukan dengan mudah.Biasanya data atau program yang jadi isi dalam ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya.

Fungsi Utama dari ROM Komputer/Laptop

pixabay.com

Fungsi utama dari ROM sendiri adalah sebagai tempat eksekusi saat proses booting berjalan, menjadi alat distribusi software dalam komputer dan bermanfaat sebagai media penyimpanan yang memiliki keamanan tinggi. Dikutip dari website Mastekno.com, kami akan menjelaskan mengenai 3 fungsi dari ROM ini:

1. Tempat eksekusi kode booting

Ketika pertama kali menghidupkan komputer atau laptop yang kita miliki, pada layar di awal booting akan muncul tulisan press ABC to Enter BIOS. ABC ini akan berbeda-beda untuk setiap merk komputer dan laptop, jadi ketika ingin masuk ke BIOS kalian harus menyesuaikan dengan kode yang ditampilkan pada layar awal saat booting.

BIOS inilah contoh dari ROM, dan di dalam BIOS terdapat info tentang hardware yang tertanam di dalam komputer atau laptop yang kita gunakan.

Kegagalan BIOS membaca informasi mengenai hardware-hardware tersebut bisa berakibat komputer atau laptop akan bekerja tidak sesuai dengan semestinya.

2. Sebagai alat pendistribusian software komersial

Ketika membeli sebuah software baik dalam bentuk CD atau Softcopu, pasti akan mendapatkan file untuk install softwarenya dan dilengkapi key aktivasi softwarenya. ROM disini akan digunakan sebagai alat pendistribusian software karena biasanya software akan diinstal berkali-kali di setiap komputer/laptop. Sering ditemukan pengguna PC atau laptop melakukan instal ulang pada softwarenya.

Dengan ROM, data-data yang diperlukan tidak akan rusak pada saat melakukan instalasi ulang software, atau setidaknya jauh lebih awet jika dibandingkan dengan media simpan lain.

3. Sebagai media penyimpanan dengan tingkat keamanan tinggi

Selanjutnya fungsi dari ROM adalah sebagai media penyimpanan dengan keamanan yang tinggi. Pasti pengguna komputer atau laptop pernah mengalami kejadian dimana data yang kita punya rusak. Ada banyak hal yang menyebabkan data itu rusak, dari virus, error, atau karena data tersebut sudah tidak diakses dalam jangka waktu yang lama.

Tips sederhana yang bisa dicoba ketika data atau file pada PC atau laptop mengalami kerusakan, dapat disiasati dengan melakukan back up data pada CD-R yang merupakan media penyimpanan ROM yang kalis dari virus. PROM adalah salah satu Tipe ROM yang bisa digunakan untuk CD-R.

Perbedaan ROM dan RAM

pixabay.com

Sepintas, ROM dan RAM memang agak mirip. Walaupun agak identik, namun kedua hal ini adalah berbeda. Jika ROM adalah akronim dari Read Only Memory, RAM merupakan akronim dari Random Acces Memory”.  Jika ROM berfungsi untuk memuat kode-kode bawaan yang tak bisa diubah, RAM pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan sementara ketika sedang menjalankan proses apapun saat pengoperasian PC atau laptop.

Sedangkan data di RAM hanya dapat diakses ketika sedang menjalankan suatu proses di dalam komputer/laptop dan hanya bersifat sementara. Sedangkan untuk data yang tersimpan di ROM akan bersifat Read Only dan non volatile, sehingga data yang ada di ROM akan tetap tersimpan.

Ditambah lagi dengan kode-kode yang telah terinstegrasis dengan baterai di laptop atau komputer sehingga ketika tidak dialiri listrik data tetap tersimpan walaupun dalam keadaan mati. Sedangkan ketikak data hanya tersimpan di RAM dan listrik mati maka akan berakibat pada hilangnya data apabila komputer atau laptop kita tiba-tiba mati.

Pernah atau sering terjadi keadaan dimana pada saat sedang mengoperasikan komputer atau laptop, tiba-tiba komputer atau laptop mengalami lag atau pelambatan. Lalu akan ada permintaan untuk me-restart atau me-log off atau sign out. Prosedur tersebut akan mengkosongkan RAM, sehingga ketika menyalakan kembali laptop atau komputer proses kinerja komputer/laptop menjadi lebih lancar.

Yang terakhir, RAM dapat melakukan proses membaca yang lebih cepat ketika digunakan untuk menjalankan suatu aplikasi, sedangkan untuk ROM hanya bersifat untuk menyimpan data yang memiliki hubungan dengan kode booting hardware yang hanya berfungsi membaca saja, tidak untuk suatu input atau masukan di dalam proses kerja komputer.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini juga sudah terdapat ROM yang diciptakan dalam format kosong sehingga bisa diprogram atau diisi oleh penggunanya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Apabila dibandingkan dengan penyimpanan jenis lain, ROM pada umumnya memiliki kapasitas yang cukup kecil. Firmware juga tidak memakan banyak ruang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *