Panduan Simple Untuk Ternak Murai Batu

Kebanyakan orang masih bingung tentang hal pertama yang harus dilakukan jika ingin ternak murai batu. Lantas, kebingungan ini membuatnya urung merealisasikannya. Apakah Anda juga mengalami kendala tersebut?

Sangat normal bila seseorang yang baru terjun di dunia peternakan burung merasa kebingungan. Tapi kondisi ini harusnya tidak perlu dipusingkan secara berlebihan. Secara, kerumitan yang dibuat sendiri ini hanya akan membatasi gerak sehingga tidak jadi mengambil peluang bisnis tersebut.

Ada baiknya untuk melangkah maju sebagai ikhtiar untuk menjaga eksistensi burung murai batu tersebut. Kemudian perbanyak informasi tentang cara menternakannya. Setelah itu, usahakan untuk terus mengeksplor informasi yang sangat penting sesuai kondisinya agar kendalanya bisa dipecahkan dan bisnis ternak murai batu berjalan sesuai rencana.

Sejalan dengan keinginan Anda, kami akan bagikan tips berternak burung paling dasar. Ini merupakan panduan dasar sebagai awalan dalam berternak. Selebihnya, Anda bisa memperluas wawasannya sesuai kondisi yang dialami di tengah bisnis. Nah, seperti apa pandungannya?

unsplash.com

Pemilihan Indukan Yang Siap Kawin

Namanya juga berternak, kuncinya ialah menyediakan indukan. Indukan burung ini sebaiknya sudah siap kawin. Tujuannya agar ternak ini tidak memakan waktu yang lama.

Dan pemilihan indukan ini cukup pas jika dilakukan oleh Anda yang baru memulai usaha. Sebaliknya bila sudah berpengalaman, tidak ada salahnya untuk menunggu indukannya dari anakan burung. Toh, peternak sudah memiliki ancang-ancang atau harapan kalau anakan itulah yang nantinya menjadi indukan yang bagus.

Kembali pada indukan burung kicauan yang akan dijadikan bibit. Indukan murai batu yang bagus normalnya sudah berusia 2 tahunan. Umur burung yang seperti ini memungkinkan bahwa burung sudah siap untuk kawin.

Ketika disatukan dengan lawan jenisnya, burung jantan akan menunjukkan sisi menariknya. Misalnya mencari perhatiannya dengan menunjukkan kebolehannya dalam berkicau atau semacamnya.

Tapi harap berhati-hati. Murai batu termasuk burung teritori. Jika tidak cocok dengan pasangannya, resikonya ialah betinanya akan terluka dan bisa menjadi korban dari keganasan burung jantan.

Akan lebih baik jika Anda membelinya sepasang. Maksudnya, indukannya memang sudah serasi dan tidak pernah mengalami masalah antara sesamanya.

Kemudian yang tak kalah penting, usahakan agar burung jantan yang dijadikan indukan sudah beradaptasi dengan orang. Yang dimaksud di sini ialah murai batu lebih tenang saat berdekatan dengan orang. Jika tidak, ternak murai batu akan lebih rumit.

unsplash.com

Pemberian Pakan

Pakan adalah sumber nutrisi. Pakan juga bisa mendorong keinginan burung untuk kawin dengan pasangannya. Dan jenis pakan yang dibutuhkan ini harus diperhatikan oleh para peternaknya.

Misalnya setelah indukan dimasukkan dalam kandang, proses perkawinan memang tidak akan segera terjadi. Indukan akan terlebih dahulu mengenal tempat barunya. Sampai akhirnya merasa lebih nyaman untuk tinggal di kandang.

Setelah merasa lebih nyaman, burung masih butuh rangsangan. Kuncinya terletak pada pemberian pakan alami. Pakan alami ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang mirip seperti di alam bebas.

Dalam pemberian pakan alami ini, para peternak diharapkan menyediakan beberapa variasinya. Upayakan untuk menyediakan 2-3 jenis pakan alami di tempat pakannya. Misalnya menyediakan kroto dan jangkrik.

Kemudian sediakan pula pakan buatan seperti voer. Variasi pakan ini diharapkan bisa mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan kemauan burung untuk kawin dengan pasangannya.

rgbstock.com

Pemeliharaan Anakan

Langkah yang terakhir ialah memelihara anakan burung. Pemeliharaan anakan dimaksudkan agar anakan bisa tumbuh sebagaimana mestinya, lantas indukannya bisa produktif lagi.

Di dalam pemeliharaannya, Anda harusnya mencermati prilaku dari indukannya. Lihat apakah indukannya merawat anaknya atau tidak. Jika anaknya dirawat dengan baik, Anda bisa membiarkannya sampai anakan siap disapih/dipisahkan dari indukan.

Sebaliknya bila prilakunya kurang baik seperti memusuhi anaknya, maka Anda sebaiknya mengambil anakan dari sangkar. Biasanya, prilaku memusuhi ini muncul dari pejantan.

Ambillah anakannya dan pelihara secara mandiri. Tempatkan di kardus yang hangat. Sembari menempatkannya, berilah pakan yang dibutuhkan oleh anakan tersebut.

Pemberian pakan ini selalu berkaitan dengan kombinasi pakan. Yakni campuran antara pakan alami dan buatan. Tujuannya untuk mempercepat proses perkembangan anakan sekaligus menjaga burung tetap makan.

Penyapihan seperti ini terkadang membuat indukan akan kebingungan dalam beberapa hari. Tapi setelah memasuki usia 2 minggu, biasanya indukan sudah mulai tertata emosionalnya. Bahkan, indukan sudah mulai menata sangkarnya dan siap untuk dibuahi pejantan lagi.

Kesimpulannya, carilah indukan yang siap kawin dan bersahabat. Kemudian tempatkan di area yang bagus serta berilah pakan seimbang. Setelah itu, lakukan perawatan sebagaimana mestinya agar ternak murai batu ini berhasil sesuai harapan.